Cari Tahu! 3 Efek Samping Makan Kembang Kol, Salah Satunya Bisa Bikin Perut Kembung

- 15 November 2023, 10:11 WIB
Kembang kol, sayuran kaya akan nutrisi yang juga bisa membantu diet penurunan berat badan.
Kembang kol, sayuran kaya akan nutrisi yang juga bisa membantu diet penurunan berat badan. /Pixabay @matthiasboeckel/

Portal Pati - Cari Tahu! 3 Efek Samping Makan Kembang Kol, Salah Satunya Bisa Bikin Perut Kembung.

Kembang kol merupakan sayuran bebas gluten dan kaya akan nutrisi, termasuk serat, vitamin, dan mineral.

Sayuran yang disebut cauliflower dalam bahasa Inggris ini mendukung sistem kekebalan tubuh dan kesehatan tulang melalui kandungan vitamin C dan K.

Baca Juga: Tak Disadari, Ini Manfaat Mencampurkan Oatmeal ke Dalam Kopi untuk Kesehatan Jantung dan Usus

Dilansir dari Medical News Today, tingginya antioksidan dalam kembang kol turut melawan radikal bebas dan menurunkan risiko penyakit berbahaya.

Asupan serat yang diperoleh setiap kali mengonsumsi kembang kol juga membantu menurunkan tekanan darah dan kolesterol.

Sebaliknya, kandungan gizi ini akan meningkatkan sensitivitas insulin serta penurunan berat badan bagi penderita obesitas.

Baca Juga: Apa itu Sepsis? Ketahui Ini Gejala Sepsis yang Harus Kamu Waspadai

Namun, seseorang yang mengonsumsi kembang kol berlebihan dapat terserang efek samping tertentu.

Lantas, apa saja efek samping kembang kol?

Baca Juga: Kenali Penyebab Ambeien dan Ciri-Cirinya Ini Beserta Cara untuk Mencegahnya

Efek samping kembang kol

Kembang kol masuk dalam golongan sayuran silangan atau cruciferous vegetables. Sayuran silangan adalah kelompok sayur yang tergabung dalam keluarga Brassicaceae, seperti brokoli, kale, dan pakcoy.

Dilansir dari Cleveland Clinic, kelompok sayuran ini memiliki kandungan dan manfaat serupa, yakni senyawa glukosinolat yang memberikan perlindungan antikanker. Kendati demikian, efek samping sayuran silangan juga hampir mirip, terutama jika dimakan dalam jumlah banyak.

1. Perut kembung

Saat dikonsumsi berlebihan, sayuran silangan termasuk kembang kol dapat menyebabkan kelebihan gas yang berimbas pada perut kembung.

Kondisi ini lantaran kembang kol mengandung gula kompleks, rafinosa, yang sulit dipecah oleh tubuh manusia.

Pada gilirannya, gula ini akan berpindah ke usus besar tanpa tercerna dengan baik, sehingga memicu gas dan kembung.

Baca Juga: Mengenal Buah Elderberry: Ketahui Kandungan Nutrisi dan Manfaat bagi Kesehatan Tubuh

2. Penurunan efektivitas obat

Mengonsumsi kembang kol berdekatan dengan obat pengencer darah sangat tidak disarankan karena dapat mengganggu kinerja. Dikutip dari Eat This, sayuran ini kaya akan vitamin K yang berperan dalam proses pembekuan darah.

Berfungsi mencegah pendarahan, kinerja vitamin K berbanding terbalik dengan obat pengencer darah untuk memperlancar aliran dalam tubuh.

Biasanya, obat ini dikonsumsi oleh orang dengan gangguan pada jantung maupun pembuluh darah, seperti jantung koroner, gangguan irama jantung, dan emboli paru.

Oleh karena itu, seseorang yang mengonsumsi obat pengencer darah sebaiknya membatasi makan kembang kol secara berlebihan untuk menghindari efek tidak menyenangkan.

Baca Juga: Borong 17 Nominasi Piala Citra, Ini Sinopsis dan Review Film Budi Pekerti Tayang November 2023

3. Hipotiroidisme

Efek samping kembang kol selanjutnya adalah hipotiroidisme, kondisi saat kelenjar tiroid tidak menghasilkan hormon yang cukup.

Dilansir dari Healthline, hipotiroidisme dapat menyebabkan gejala kelelahan, kelemahan otot, dan penambahan berat badan.

Hubungan hipotiroidisme dan kembang kol disebabkan kandungan isothiocyanates, senyawa kimia tumbuhan yang dapat mengganggu penyerapan yodium.

Namun, potensi ini hanya timbul jika seseorang kekurangan asupan yodium dan berlebihan memakan cauliflower.

Sementara itu, menurut penelitian dalam Sage Journals, mereka yang mengonsumsi lima ons sayuran silangan setiap hari selama empat minggu terbukti tidak mengalami hipotiroidisme.

Guna pencegahan hipotiroidisme, cobalah untuk memperbanyak asupan yodium dari berbagai makanan, seperti rumput laut, produk susu, garam beryodium, tuna, dan telur.***

 

 

Editor: Uswatun Khasanah


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x