7 Fakta dan Sejarah Kue Bulan yang Mungkin Belum Kamu Tahu, Kue Tradisional Khas Perayaan Imlek

- 10 Februari 2024, 04:00 WIB
Kue Bulan, kue khas Imlek yang paling banyak digemari masyarakat Tionghoa.
Kue Bulan, kue khas Imlek yang paling banyak digemari masyarakat Tionghoa. /Tanjungpinang.Pikiran-Rakyat/Dok Freepik

Dengan panah saktinya, tentu Hou Yi berhasil memanah kesembilan matahari tersebut. Karena jasanya ia kemudian diangkat menjadi Pahlawan. Ia kemudian menikahi wanita yang ia cintai, Chang Erl.

Suatu hari, Hou Yi mendapatkan obat mujarab yang bisa membuat orang terbang ke langit dan menjadi dewa dari Ratu Xi Wang Mu. Hou Yi kemudian menitipkan obat tersebut kepada Chang Erl.

Namun, seorang pegawai istana bernama Peng Meng mengetahui kehebatan obat tersebut dan hendak mencurinya ketika Hou Yi tengah meninggalkan Chang Erl sendirian.

Karena sadar ia tak mampu melawan Peng Meng, Chang Erl kemudian menelan obat tersebut sambil mencoba melarikan diri dari Peng Meng. Tanpa disadari tubuhnya mulai terangkat dan ia sampai di Bulan, benda langit terdekat dengan Bumi pada saat itu.

Hou Yi kemudian mengetahui hal tersebut dan menjadi sangat terpukul dan sedih. Ia kemudian mengenang hari itu dengan membuatkan altar untuk mengenang Chang Erl yang sudah menjadi Dewi Bulan.

Sejak saat itulah, masyarakat Tionghoa juga ikut memberikan penghormatan kepada Dewi Bulan melalui Festival Kue Bulan.

2. Makna Simbol Stempel pada Bagian Atas Kue Bulan

Salah satu ciri khas dari kue bulan adalah keberadaan stempel pada bagian atas yang berlafaskan aksara mandarin. Tahukah kamu makna dari aksara ini?

Kue bulan tradisional umumnya menggunakan simbol atau aksara Tionghoa yang bermakna “panjang umur” ataupun “harmoni”. Namun, seiring perkembangan jaman banyak orang sudah mulai memodifakasi bentuk dari stempel ini.

3. Berbentuk Bulan Bukan Tanpa Alasan

Memang sih banyak orang beranggapan bahwa kue bulan berbentuk bulat karena bentuk bulan jika dilihat dari bumi memang bulat.Tapi sebenarnya ada makna lain dari bentuk ini, lho.

Professor Wei Shang dari Columbia University mengatakan bahwa “Bulat adalah lambang persatuan dan kekeluargaan”.

Halaman:

Editor: Rahayu Tri Agustina


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah

x