Batalkah Puasa Orang yang Berdusta atau Bergosip? Simak Penjelasannya

- 31 Maret 2024, 15:10 WIB
Ilustrasi-ngomongin orang/nyebarin gosip
Ilustrasi-ngomongin orang/nyebarin gosip /Karawangpost/Foto/Pixabay-448271

Portal Pati - Puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus. Orang berpuasa juga dituntut untuk menahan hawa nafsu dan perkara-perkara yang tidak terpuji, seperti berdusta dan bergosip.

Lalu, bagaimana jika seseorang melakukan perbuatan di atas, apakah puasanya batal?

“Dusta dan ghibah semestinya dijauhi terutama oleh mereka yang sedang berpuasa meskipun menjauhi dua sifat tercela itu pada substansinya memang wajib,” jelas Hafiz.

Baca Juga: Ini Rahasia di Balik Air Putih saat Berbuka Puasa dalam Kajian Thibbun Nabawi

Menurutnya, larangan ini jauh lebih berat dari sekadar menahan makan dan minum. Nafsu untuk berdusta dan menghasut sepertinya dilampiaskan tanpa sadar.

Namun demikian semua sifat tercela itu tidak berarti dijauhi ketika sedang berpuasa. Di luar puasa itu ketentuan ini berlaku.

“Hal itu sebagaimana disebutkan oleh Syekh Said Muhammad Ba’asyin dalam Busyrol Karim,” ucap dia.

Baca Juga: Ini Waktu Ideal Makan Buah-Buahan saat Berbuka Puasa sesuai Thibbun Nabawi

Berdusta atau bergosip di bulan Ramadhan terang dia harus dihindari sekalipun terpaksa untuk dilakukan lantaran ada beberapa kepentingan mendesak seperti mendamaikan orang yang bertikai atau kepentingan bercerita terkait penganiayaan yang dilakukan seseorang.

Halaman:

Editor: Uswatun Khasanah


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah