Sejarah dan Filosofi, Lebaran Ketupat dan Lepet dari Sunan Kalijaga

- 16 April 2024, 10:37 WIB
Ilustrasi sajian ketupat saat hari raya lebaran
Ilustrasi sajian ketupat saat hari raya lebaran /Istimewa

Portal Pati - Idul Fitri merupakan momentum suci bagi umat Islam di dunia termasuk di Indonesia yang dikenal penduduknya memeluk agama Islam terbesar di seluruh dunia.

Tak ayal, perayaan Idul Fitri di Indonesia juga paling ramai di banding negara-negara lain.

Idul Fitri dilaksanakan setelah umat Islam melaksanakan puasa selama sebulan.

Untuk menandai berakhirnya bulan Ramadhan dan memasuki 1 Syawal, umat Islam di Indonesia menamainya dengan istilah Lebaran atau Hari Raya (Riyoyo).

Baca Juga: Apa itu Kupatan? Ini Arti dan Makna Tradisi Lebaran Ketupat dalam Pandang Islam

Namun di Pulau Jawa, lebaran dikenal ada dua macam yaitu lebaran Idul Fitri (1 Syawal) dan Lebaran Ketupat (8 Syawal) yakni seminggu setelah Idul Fitri.

Lebaran ketupat di sebagian daerah bahkan sudah menjadi tradisi turun-temuran dirayakan lebih ramai daripada Idul Fitri.

Kenapa Lebaran Ketupat bisa lebih ramai daripada Idul Fitri? Hal ini tak lepas dari tuntunan agama Islam, dimana Nabi Muhammad SAW menganjurkan bagi umat Islam supaya menyempurnakan puasa Ramadhan dengan puasa sunah 6 hari dimulai setelah 1 Syawal karena pahalanya bisa menghapus dosa seseorang untuk 1 tahun kedepan.

Jadi di daerah yang mentradisikan Lebaran Ketupat biasanya warganya setelah Idul Fitri tetap berpuasa sunat selama 6 hari. Ketika masuk 8 Syawal itulah mereka baru berlebaran sebagaimana layaknya masyarakat muslim lainnya.

Halaman:

Editor: Abdul Rosyid


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah